Tari Pamonte

Holla... Kali ini opy ngepost tugas sekolah lagi ( buat kak Tris, saya minta maaaf karena lambat mengumpulkan tugas, maaf kak..). Tugasnya kali ini adalah ngepost artikel yang berhubungan dengan Sulawesi Tengah, dan opy memilih untuk bercuap ria mengenai tari pamonte.




Tari Pamonte adalah salah satu tari daerah yang telah merakyat di Provinsi Sulawesi Tengah (jadi tarian wajib kalo masuk group menari di SD). Ini merupakan simbol dan refleksi gerak dari salah satu kebiasaan gadis-gadis suku Kaili pada zaman dahulu dalam menuai padi.

Tari Pamonte yang telah dikenal sejak tahun 1957 ini diciptakan oleh seorang seniman besar, putra asli Sulawesi tengah yaitu (alm) Hasan. M. Bahasyua, kedaan masyarakat Sulawesi Tengah yang memang mayoritasnya para petanilah  yang menginspirasinya.



Pamonte artinya menuai padi, tarian tersebut menggambarkan suatu kebiasaan para gadis-gadis suku Kaili di Sulawesi Tengah yang sedang menuai padi pada waktu panen tiba dengan penuh suka cita. Layaknya seorang petani, mereka menggunakan topi caping dalam tarian. Pakaian Tari Pamonte biasanya terdiri dari kebaya berwarna Merah, dihiasi dengan benang emas, dan dilengkapi dengan kerudung warna merah.

Sebelum menuai padi, terlebih dahulu dipandu oleh seorang penghulu yang dalam bahasa Kaili disebut Tadulako. Tadulako pada tarian ini berperan sebagai pengantar rekan-rekannya mulai dari menuai, membawa padi kerumah, membawa padi ke lesung, menumbuk padi, menapis serta membawa beras ke rumah yang kemudian disusul dengan upacara selamatan yakni No’rano, Vunja, Meaju dan No’raego mpae yang merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan pada upacara panen suku Kaili di provinsi Sulawesi Tengah.

Tari Pamonte melambangkan sifat gotong-royong dan memiliki daya komunikasi yang tinggi, hidup dan berkembang ditengah masyarakat yang telah menyatu dengan budaya masyarakat itu sendiri. 

Pada tahun 2011, Tari Pamonte berhasil memecahkan rekor MURI, sebagai tarian dengan penari terbanyak di Indonesia dengan total penari 5.460 orang. Ribuan penari terdiri dari pelajar SD hingga SMA se Kota Palu, acara tersebut juga dihadirkan dalam rangkain peringatan HUT Kota Palu ke-33.

Kini, Tarian Pamonte sering ditampilkan untuk menyambut tamu. Tarian ini tergolong sudah terkenal sampai ke tingkat nasional karena sering ditampilkan di event-event nasional. Semoga tarian ini terus terpelihara dengan baik, amin... 




Hai..Hai..Hai..

Assalamualaikum Wr Wb.. Salam kenal semuanya... 
Hai..Hai..Hai..
Perkenalkan, namaku Dian Noviandini M, biasanya dipanggil Opy atau Dian. Lahir tanggal 30 Nopember 1995 di Massamba, SulSel. Berusia 17 tahun (eeeeaaaaa) dan sekarang "masih" menyandang status sebagai siswi kelas XII IPA 3 SMAN Model Terpadu Madani Palu (semoga lulus UN, amin...). Pertama-tama, opy meminta maaf sebesar-besarnya jika dalam proses membaca postingan blog ini para pembaca tidak merasa puas, maklum ini blog pertama yang benar-benar punya postingan, jadi tentunya masih banyak kekurangan dan keanehannya. Blog ini Opy buat sebagai salah satu tugas yang wajib, kudu, dan mesti dikerjakan dari guru TIK ganteng. Penulisan biodata yang nggak jelas ini juga termasuk tugasnya, kalo bukan mana mau ngepost tulisan super aneh begini (dan kayaknya format tugas biodatanya bukan seperti ini). Tugas ini termasuk tugas berat buat Opy, soalnya saya nggak jago bikin kata-kata bukan penulis istilahnya, jadi kalo ada pembaca sekalian yang merasa mual setelah membacanya sekali lagi Opy mohon maaf.tak terkira. Opy rasa sekian perkenalan ini, semoga isi blog ini dapat memberi petunjuk, arah, dan ilham bagi para pembaca sekalian. Wassalam..  



up